POSKOTASUMATERA,SAMOSIR- Harga andaliman yang merupakan bumbu khas Batak di sejumlah pasar tradisional di Kota Medan terus merangka naik hingga Rp 300.000 per kilogram. Tingginya harga andaliman akibat kurangnya pasokan dari sentra perkebunan andaliman baik dari Raya, Pahae, Parsoboran, Toba Samosir dan daerah penghasil andaliman lainnya.
"Sudah dua minggu ini harga andaliman mengalami kenaikan. Sebelumnya harga andaliman masih Rp180 ribu per kg," kata Lumbantoruan, salah seorang pedagang andaliman di Pusat Pasar Medan, kemarin.
Naiknya harga andaliman, kata Lumban akibat pasokan sangat minim dari pengumpul andaliman yang berasal dari Humbahas, Raya, Pahae dan Kacamatan Habinsaran, Tobasa. Padahal permintaan andaliman di bulan Oktober hingga November mulai meningkat, sebab banyak masyarakat mengadakan pesta hajatan berupa perkawinan dan pesta adat lainnya di daerah bahkan di Kota Medan.
Akibat sulitnya mencari andaliman maka disejumlah pesta batak terpaksa mengurangi bumbu khas Batak itu sehingga cita rasa daging akan berkurang.
"Pasokannya sangat minim dalam seminggu terakhir ini. Selain itu kami juga takut membeli andaliman karena harganya sangat tinggi dari pengumpul," ungkapnya.
Sementara itu, salah seorang pemilik rumah makan khas Batak di Jalan Pelita VI Medan, mengeluh akibat tingginya harga andaliman. Padahal, andaliman merupakan bumbu khas masak utama masakannya.
"Harga andaliman naik tinggi. Terpaksa kami harus mengurangi andaliman di setiap masakan kami, sehingga rasa daging dan ikan mas terasa kurang cita rasanya karena kurangnya bumbu andaliman," katanya.
Hal senada dikatakan ibu rumah tangga, Ros br Panggabean, akibat tingginya harga andaliman, ia saat ini tidak memakai bumbu masak khas Batak tersebut tetapi mengganti dengan bumbu masak yang lain.(PS/IT)
"Sudah dua minggu ini harga andaliman mengalami kenaikan. Sebelumnya harga andaliman masih Rp180 ribu per kg," kata Lumbantoruan, salah seorang pedagang andaliman di Pusat Pasar Medan, kemarin.
Naiknya harga andaliman, kata Lumban akibat pasokan sangat minim dari pengumpul andaliman yang berasal dari Humbahas, Raya, Pahae dan Kacamatan Habinsaran, Tobasa. Padahal permintaan andaliman di bulan Oktober hingga November mulai meningkat, sebab banyak masyarakat mengadakan pesta hajatan berupa perkawinan dan pesta adat lainnya di daerah bahkan di Kota Medan.
Akibat sulitnya mencari andaliman maka disejumlah pesta batak terpaksa mengurangi bumbu khas Batak itu sehingga cita rasa daging akan berkurang.
"Pasokannya sangat minim dalam seminggu terakhir ini. Selain itu kami juga takut membeli andaliman karena harganya sangat tinggi dari pengumpul," ungkapnya.
Sementara itu, salah seorang pemilik rumah makan khas Batak di Jalan Pelita VI Medan, mengeluh akibat tingginya harga andaliman. Padahal, andaliman merupakan bumbu khas masak utama masakannya.
"Harga andaliman naik tinggi. Terpaksa kami harus mengurangi andaliman di setiap masakan kami, sehingga rasa daging dan ikan mas terasa kurang cita rasanya karena kurangnya bumbu andaliman," katanya.
Hal senada dikatakan ibu rumah tangga, Ros br Panggabean, akibat tingginya harga andaliman, ia saat ini tidak memakai bumbu masak khas Batak tersebut tetapi mengganti dengan bumbu masak yang lain.(PS/IT)