HUT ke-22 PTPN IV, 1.800 Anak Yatim Terima Bingkisan

/ Rabu, 21 Maret 2018 / 23.14.00 WIB



 POSKOTASUMATERA.COM, MEDAN - Peringatan HUT PT  ke -22 Perkebunan Nusantara  IV diisi dengan berbagai kegiatan seperti upacara bendera, pemberian bingkisan kepada 1.800 anak yatim, pemotongan nasi tumpeng, sarapan bersama serta kegiatan donor darah kemarin.

Direktur Utama PTPN IV Siwi Peni pada upacara bendera dalam rangka mensyukuri HUT PTPN IV yang ke-22 menggarisbawahi bahwa peringatan ini dilaksanakan dalam suasana penuh kesederhanaan dan menjadi refleksi atas apa yang telah dilakukan dan mencoba mengambil pelajaran dari masa lalu untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan dan berupaya semaksimal mungkin menghindari kesalahan-kesalahan sekaligus menjadi pemacu semangat untuk menapak di masa mendatang.

Jadikan momentum yang baik ini untuk melakukan kilas balik atas perjalanan PTPN IV, khususnya selama setahun terakhir, karena momen ulang tahun saat yang tepat untuk me-review apa telah dilalui, merenungkan posisi hari ini dan yang paling penting, bagaimana menyongsong masa depan dengan tekad meningkatkan kinerja perusahaan, “tegas Siwi Peni.

Hadir dalam acara selain Direktur Utama PTPN IV juga Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum Rizal H. Damanik, Kepala Bagian, Project Manajer, Pengurus P3RI Cabang PTPN IV, Kepala Sub Bagian, Staf Sub Bagian, Karyawan/ Karyawati Kantor Direksi PTPN IV, anak yatim serta undangan lain.

Dibagian lain Siwi Peni mengatakan tepat pada tanggal (11/3/2018) lalu, PTPN IV telah genap berusia 22 tahun. Usia 22 tahun ini dimulai dengan bergabungnya PTP VI, PTP VII dan PTP VIII pada tahun 1996. 

Namun bila melihat jauh ke belakang, bahwa lahirnya PTPN bukan sekedar dimulai dari penggabungan beberapa PTP. Sejarah mencatat bahwa perkebunan sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda dan berkat usaha para pejuang untuk merebut kemerdekaan, perkebunan milik Belanda ini dapat dinasionalisasi pada tahun 1958, yang kemudian menjadi Perusahaan Negara Perkebunan (PNP) pada tahun 1968, lalu menjadi Perusahaan Terbatas Perkebunan (PTP) pada tahun 1971. 

Dua puluh dua tahun merupakan suatu usia perjalanan cukup panjang yang patut disyukuri, saat ini PTPN IV masih eksis meski dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, banyak sekali rintangan dan tantangan dihadapi, akan tetapi berkat optimisme, kerja keras, keyakinan kuat serta doa dari seluruh keluarga besar PTPN IV, tantangan berhasil dilalui dengan iringan doa dan rasa terimakasih yang sangat besar bagi para pendahulu telah meletakkan pondasi dan menghasilkan buah karya yang telah dirasakan pada saat ini,” tegas Siwi Peni.

Di tahun 2018 ini tantangan  dihadapi akan semakin besar, untuk itu perlu koordinasi dan persiapan yang lebih matang dalam hal perencanaan dan persiapan, monitoring eksekusi dan evaluasi serta upaya perbaikan terus-menerus. Selain itu juga peningkatan koordinasi dan komunikasi antar bagian dan unit kerja sangat diperlukan agar target 2018 yang telah dicanangkan dapat tercapai.

PTPN IV pernah menjadi yang terbaik dan diharapkan agar mengembalikan masa kejayaan. Mari insan PTPN IV memberikan terbaik dari diri sendiri, wujudkan PTPN IV menjadi juara satu kembali.

Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum PTPN IV Rizal H. Damanik mengatakan bahwa perjalanan  perusahaan sampai saat ini menjadi keniscayaan karena sesungguhnya keberhasilan perusahaan tidaklah terlepas dari peran pendahulu yang telah meletakkan fondasi atau dasar  kuat dan kokoh menuju entitas bisnis perkebunan dengan praktik terbaik, bahkan mungkin fondasi  kokoh sebenarnya sudah terbentuk jauh sebelum terjadinya penggabungan PTP VI, PTP VII dan PTPN VIII menjadi PTPN IV.

Pagi ini kita berkumpul di tempat ini sebagai momentum yang sangat penting untuk mengungkapkan rasa syukur  dan kebanggaan bagi semua dan sebagai sebuah bukti dari rasa tanggung jawab dan kecintaan, bahwa perjalanan perusahaan  sampai dengan saat ini adalah buah dari karya dan doa bersama, yang telah dimulai oleh para pendahulu.

Apalagi bahwa sepanjang perjalanan perusahaan ini berdiri, kesempatan untuk mengedepankan ungkapan rasa syukur dan introspeksi diri, kesederhanaan, kepedulian sosial dan menekankan kembali untuk meningkatkan kebersamaan di antara manajemen dan karyawan untuk bersama-sama mencapai target perusahaan di tahun 2018.

Memang tak ada yang pantas menerima lantunan puja-puji serta sembah sujud kita pada peringatan hari jadi ke-22 tahun ini, selain sang pencipta dan pemilik alam semesta , sebab kudrat dan iradatnya, mulai dari matahari, angin, air dan tanah mampu mendengar bisikan dedaunan kelapa sawit dan teh, karena kudrat dan iradatnya pula, dedaunan bisa membaca isi hati kita, menghantarkan bertandan-tandan buah segar kelapa sawit dan berpucuk-pucuk tunas daun teh yang penuh dengan harapan dan masa depan perusahaan, “sebut Rizal H. Damanik.

Rizal H. Damanik menegaskan atas nama manajemen PTPN IV, sadar betul bahwa perjuangan belum lagi sampai di akhir, bahkan tidak akan pernah berakhir…. Maka saya bertekad untuk terus memompa semangat, selalu bekerja keras, dengan Jujur, Tulus dan Ikhlas. 

Oleh karena itu, marilah berjabat erat, bergandengan tangan menyambut fajar esok hari dengan mewujudkan cita-cita perusahaan, senantiasa berkarya untuk memakmurkan negeri ini untuk lebih banyak berbagi pada masa yang tak berujung, mewariskan harta negeri bagi sesama anak bangsa.

Khusus acara di Kantor Direksi acara diawali dengan pemberikan bingkisan kepada 100 anak yatim dan pemotongan nasi tumpeng, sarapan pagi bersama, kegiatan donor darah. Pemotongan nasi tumpeng dilakukan langsung Siwi Peni didampingi Rizal H. Damanik dengan memberikan kepada karyawan tertua Syaiful Amri Hasibuan, karyawan termuda Fuad Hasanul dan Ketua P3RI Cabang PTPN IV Mahyuzar Maimun serta salah seorang anak yatim.(PS/ar)

Related Posts:

Komentar Anda