POSKOTASUMATERA.COM, MEDAN - Peringatan HUT PT ke -22 Perkebunan Nusantara IV diisi
dengan berbagai kegiatan seperti upacara bendera, pemberian bingkisan kepada 1.800 anak
yatim, pemotongan nasi tumpeng, sarapan bersama serta kegiatan
donor darah kemarin.
Direktur Utama PTPN IV Siwi Peni pada upacara
bendera dalam rangka mensyukuri HUT PTPN IV yang ke-22 menggarisbawahi bahwa
peringatan ini dilaksanakan dalam suasana penuh kesederhanaan dan menjadi
refleksi atas apa yang telah dilakukan dan mencoba mengambil pelajaran dari
masa lalu untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan dan berupaya semaksimal
mungkin menghindari kesalahan-kesalahan sekaligus menjadi pemacu semangat untuk
menapak di masa mendatang.
Jadikan momentum yang baik ini untuk melakukan
kilas balik atas perjalanan PTPN IV, khususnya selama setahun terakhir, karena
momen ulang tahun saat yang tepat untuk me-review apa telah dilalui,
merenungkan posisi hari ini dan yang paling penting, bagaimana menyongsong
masa depan dengan tekad meningkatkan kinerja perusahaan, “tegas Siwi Peni.
Hadir dalam acara selain Direktur Utama PTPN IV
juga Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum Rizal H. Damanik, Kepala Bagian,
Project Manajer, Pengurus P3RI Cabang PTPN IV, Kepala Sub Bagian,
Staf Sub Bagian, Karyawan/ Karyawati Kantor Direksi PTPN IV, anak
yatim serta undangan lain.
Dibagian lain Siwi Peni mengatakan tepat pada
tanggal (11/3/2018) lalu, PTPN IV telah genap berusia 22 tahun. Usia 22 tahun
ini dimulai dengan bergabungnya PTP VI, PTP VII dan PTP VIII pada
tahun 1996.
Namun bila melihat jauh ke belakang, bahwa
lahirnya PTPN bukan sekedar dimulai dari penggabungan beberapa PTP. Sejarah
mencatat bahwa perkebunan sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda dan berkat
usaha para pejuang untuk merebut kemerdekaan, perkebunan milik Belanda ini
dapat dinasionalisasi pada tahun 1958, yang kemudian menjadi Perusahaan
Negara Perkebunan (PNP) pada tahun 1968, lalu
menjadi Perusahaan Terbatas Perkebunan (PTP) pada tahun
1971.
Dua puluh dua tahun merupakan suatu usia
perjalanan cukup panjang yang patut disyukuri, saat ini PTPN IV
masih eksis meski dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, banyak sekali
rintangan dan tantangan dihadapi, akan tetapi berkat optimisme, kerja keras,
keyakinan kuat serta doa dari seluruh keluarga besar PTPN IV,
tantangan berhasil dilalui dengan iringan doa dan rasa terimakasih
yang sangat besar bagi para pendahulu telah meletakkan pondasi dan menghasilkan
buah karya yang telah dirasakan pada saat ini,” tegas Siwi Peni.
Di tahun 2018 ini tantangan dihadapi akan semakin besar, untuk itu perlu
koordinasi dan persiapan yang lebih matang dalam hal perencanaan dan persiapan,
monitoring eksekusi dan evaluasi serta upaya perbaikan terus-menerus. Selain
itu juga peningkatan koordinasi dan komunikasi antar bagian dan unit kerja
sangat diperlukan agar target 2018 yang telah dicanangkan dapat tercapai.
PTPN IV pernah menjadi yang terbaik
dan diharapkan agar mengembalikan masa kejayaan. Mari insan PTPN
IV memberikan terbaik dari diri sendiri, wujudkan PTPN IV menjadi
juara satu kembali.
Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum PTPN IV
Rizal H. Damanik mengatakan bahwa perjalanan perusahaan sampai saat
ini menjadi keniscayaan karena sesungguhnya
keberhasilan perusahaan tidaklah terlepas dari peran pendahulu yang
telah meletakkan fondasi atau dasar kuat dan kokoh menuju entitas bisnis
perkebunan dengan praktik terbaik, bahkan mungkin fondasi kokoh sebenarnya sudah terbentuk jauh sebelum
terjadinya penggabungan PTP VI, PTP VII dan PTPN VIII menjadi PTPN IV.
Pagi ini kita berkumpul di tempat ini sebagai
momentum yang sangat penting untuk
mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaan bagi
semua dan sebagai sebuah bukti
dari rasa tanggung jawab dan kecintaan, bahwa perjalanan
perusahaan sampai dengan saat ini adalah buah dari karya dan doa
bersama, yang telah dimulai oleh para pendahulu.
Apalagi bahwa sepanjang perjalanan perusahaan
ini berdiri, kesempatan untuk mengedepankan ungkapan rasa syukur dan
introspeksi diri, kesederhanaan, kepedulian sosial dan menekankan kembali untuk
meningkatkan kebersamaan di antara manajemen dan karyawan untuk bersama-sama
mencapai target perusahaan di tahun 2018.
Memang tak ada yang pantas menerima lantunan
puja-puji serta sembah sujud kita pada peringatan hari jadi
ke-22 tahun ini, selain sang pencipta dan pemilik alam semesta ,
sebab kudrat dan iradatnya, mulai dari matahari, angin, air dan tanah
mampu mendengar bisikan dedaunan kelapa sawit dan teh, karena kudrat
dan iradatnya pula, dedaunan bisa membaca isi hati kita, menghantarkan
bertandan-tandan buah segar kelapa sawit dan berpucuk-pucuk
tunas daun teh yang penuh dengan harapan dan masa depan
perusahaan, “sebut Rizal H. Damanik.
Rizal H. Damanik menegaskan atas nama
manajemen PTPN IV, sadar betul bahwa perjuangan belum lagi sampai di akhir,
bahkan tidak akan pernah berakhir…. Maka saya bertekad untuk terus memompa
semangat, selalu bekerja keras, dengan Jujur,
Tulus dan Ikhlas.
Oleh karena itu, marilah berjabat
erat, bergandengan tangan menyambut fajar esok
hari dengan mewujudkan cita-cita perusahaan, senantiasa berkarya
untuk memakmurkan negeri ini untuk lebih banyak berbagi pada masa yang tak
berujung, mewariskan harta negeri bagi sesama anak bangsa.
Khusus acara di Kantor Direksi acara diawali
dengan pemberikan bingkisan kepada 100 anak yatim dan pemotongan nasi tumpeng,
sarapan pagi bersama, kegiatan donor darah. Pemotongan nasi
tumpeng dilakukan langsung Siwi Peni didampingi Rizal H.
Damanik dengan memberikan kepada karyawan tertua Syaiful Amri
Hasibuan, karyawan termuda Fuad Hasanul dan Ketua P3RI Cabang
PTPN IV Mahyuzar Maimun serta salah seorang anak yatim.(PS/ar)