POSKOTASUMATERA.COM - RANTAUPRAPAT - Pasangan Calon Pengantin (CATIN) adalah salah satu Tahap Preventif dan Promotif di sepanjang siklus kehidupan, seperti upaya Perbaikan Gizi, Penyiapan Kesehatan Keluarga serta Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular atau sebaliknya.
Demikian dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Labuhanbatu Tinur Bulan SKM MKes, Jum’at (23/03/2018) pada acara Pembukaan Pertemuan Sosialisasi Konseling Reproduksi pada Calon Pengantin dan Skrining Hypotiroid Kongenital (SHK) pada Bayi baru lahir di Hotel Permata Land Rantauprapat.
Tinur Bulan juga menyampaikan, Permasalahan terkait isu-isu Kesehatan Reproduksi juga semakin meningkat. Rendahnya pemenuhan hak-hak Reproduksi tercermin dari masih tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB), dimana Indonesia masih tinggi bila dibandingkan dengan Negara-Negara Asean lainnya.
Menurutnya, Kementerian Kesehatan telah melakukan berbagai upaya untuk menurunkan AKI dan AKB melalui Pendekatan Siklus Kehidupan, Intervensi tidak hanya dilaksanakan pada Ibu Hamil saja, namun harus dimulai sejak saat sebelum hamil yaitu pada Calon Pengantin melalui Pemberian Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) serta Konseling Kesehatan Reproduksi juga Skrining Kesehatan bagi Calon Pengantin oleh Tenaga Kesehatan.
Pada akhir pidatonya Tinur Bulan berpesan, agar kiranya para peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan penuh rasa disiplin dan tanggung jawab. Kepada Nara Sumber diucapkan terima kasih atas dukungan dan partisipasinya dalam kegiatan tersebut, semoga kegiatan ini memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya.
Dalam acara Pembukaan Pertemuan Sosialisasi Konseling Reproduksi pada Calon Pengantin tersebut dilaksanakan Penandatanganan (MoU) antara Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Labuhanbatu Drs H Safiruddin Harahap dengan Kepala Dinas Kesehatan Labuhanbatu Tinur Bulan SKM MKes tentang Konseling Reproduksi pada Calon Pengantin.
Diruangan terpisah pada hotel yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Labuhanbatu juga membuka acara Sosialisasi Krining Hypotiroid Kongenital (SHK) pada Bayi Baru Lahir se-Kabupaten Labuhanbatu.
Pada acara pembukaan itu, Tinur Bulan mengingatkan bahwa Hypotiroid Kongenital merupakan keadaan menurun atau tidak berfungsinya Kelenjar Tiroid yang didapat sejak bayi baru lahir. Hal ini terjadi karena Kelalaian Anatomi atau Gangguan Metabolisme Pembentukan Hormon Tiroid yang dapat mengakibatkan Kelainan Bawaan, seperti Hambatan Pertumbuhan dan Keterbelakangan Mental pada penderitanya. Untuk itu, perlu dilakukan Deteksi Dini Kelainan Bawaan melalui Skrining Hipotiroid Kengenital (SHK) pada Bayi baru lahir, sebutnya.
Hadiri dalam acara tersebut Kakan Kemenag Labuhanbatu Drs H Safiruddin Harahap dan Nara Sumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara Cut Diana Mutia SKM. (PS/LIM)