POSKOTASUMATERA.COM-MEDAN-Bulan Ramadhan penuh berkah ini belum
dirasakan puluhan Guru Madrasah Ibtidaiyah dan Madrasah Tsanawiyah di Yayasan
Perguruan Darul Ulum Istiqlal yang terletak di Jalan Kapten Rahmad Budin Gang
Amaliyah Lingk.VI Kelurahan Terjun Medan Marelan.
Soalnya, para pahlawan tanpa tanda jasa di Sekolah Islam ini hingga
kini belum menerima gaji sejak 6 bulan lalu karena dana operasional madrasah
tak memadai ditambah Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sudah 5 bulan tak cair
dari Kantor Departemen Agama (Kandepag) Medan.
“Bagaimanalah nasib kami ini bang, 6 bulan gaji kami tak keluar. Memang
kalau mengharapkan pendapatan madrasah tak memadai, karena memang Madrasah kami
sifatnya lebih banyak social makanya pendapatan tak memadai,” kata salah
seorang guru yang namanya enggan ditulis, Senin (21/05) di Madrasah itu.
Ketua Yayasan Perguruan Darul Ulum Istiqlal Abdul Aziz mengakui masalah
belum digajinya para guru Madrasah selama 6 bulan. “Memang belum digaji selama
6 bulan. Kami masih mencarikan jalan keluarnya,” kata pria yang baru menjabat Ketua
Yayasan 1,5 bulan lalu itu.
Abdul Aziz juga mengakui, BOS yang merupakan dana yang amat dibutuhkan
dalam mengoperasionalkan Madrasah yang mereka kelola belum cair dari Kandepag Medan pasca bergantinya pengurus Yayasan
Perguruan Darul Ulum Istiqlal.
Namun diakuinya, secara legal, data dan administrasi atas perubahan
Pengurus Yayasan Perguruan Darul Ulum Istiqlal telah disampaikannya ke Staff di
Kandepag Medan, bahkan dia telah beberapa kali menggelar pertemuan dengan staf
kantor pemerintah itu.
Kepala Kandepag Medan Al Ahyu yang dihubungi, Selasa (22/5) tak
bersedia menerima wartawan meski disampaikan petugas jaga, dia berada di ruang
kerjanya. “Coba buat jadwal lain aja untuk bertemu, saya masih ada tugas,”
katanya singkat dibalik ponselnya.
Saat diterangkan kebutuhan konfirmasi, Al Ahyu meminta wartawan
menghubungi staff yang menangani urusan Madrasah Impun Siregar. “Saya belum
mengerti detailnya, coba hubungi Impun Siregar,” ujarnya.
Kasi Kandepag Medan Impun Siregar yang dihubungi via ponselnya,
mengakui belum dicairkannya BOS ke Madrasah Yayasan Perguruan Darul Ulum
Istiqlal. Alasannya, adanya gugatan pengurus Yayasan yang lama kepada mereka. “Sayapun
amat perhatian tentang masalah ini (BOS,red) karena adanya masalah Yayasan,
kami belum berani mencairkannya. Takutnya kami salah,” tegasnya.
Dia menganjurkan antara pengurus Yayasan yang
baru dapat berkoordinasi dengan pengurus Yayasan yang lama agar dapat
menyelesaikan masalah dan Impun Siregar mengaku siap memfasilitasinya.
(PS/RYANT/RED)