Stand Pasar Murah Bersubsidi 5 Miliar Terpajang di Emperan Kantor Kelurahan

/ Minggu, 20 Mei 2018 / 21.23.00 WIB
EMPERAN: Stand Pasar Murah di beberapa titik di Medan Marelan hanya dipajang di emperan kantor Lurah setempat. Diharapkan adanya tempat yang lebih layak dalam memajangkan sembako bersubsidi ini. POSKOTA/ RIADI


POSKOTASUMATERA.COM-MEDAN-Niat baik Pemko Medan membantu masyarakat Kota Medan dalam mendapatkan subsidi harga Sembilan bahan pokok (Sembako) sebaiknya mendapat kajian mendalam dalam pelaksanaannya.

Pasalnya, Stand pajangan menggelar Sembako di Pasar Murah yang konon disubsidi hingga 5 miliar dari APBD Kota Medan ini hanya digelar di emperan atau teras balai kelurahan setempat.

Pantauan wartawan, Jumat (19/05) di Stand Pasar Murah di Kelurahan Terjun terlihat petugas Pasar Murah menjajakan sembako bersubsidi itu di teras Balai Kelurahan Terjun.

Saat ditanya ke pekerja, dikatakannya memang Pemko Medan tak menyediakan anggaran untuk menyewa tenda memajang dagangan. “Memang tak anggaran untuk menyewa tenda Stand Pasar Murah bang,” kata wanita berjilbab yang namanya enggan ditulis menjawab wartawan.

Pemandangan yang sama juga terlihat di beberapa titik Pasar Murah di Kecamatan Medan Marelan. Petugas hanya memajangkan sembako menggunakan meja seadanya dan ada juga yang meletakkan di lantai kelurahan.

Penyelenggara Pasar Murah dari Dinas Perdagangan Kota Medan Rislan pada wartawan, Jumat (19/05) mengaku, memang dalam anggaran Pasar Murah tak ditampung biaya menyewa tenda atau sarana lain.

Dia mengaku, pengadaan tempat Stand Murah diserahkan sepenuhnya pada Lurah setempat untuk menyediakannya. “Menyangkut tempat kami serahkan kepada Lurah lokasi Pasar Murah,” terangnya.

Diakuinya, 3 tahun lalu, anggaran Pasar Murah mencakup penyediaan tenda dan stand Pasar Murah. “3 tahun lalu menang dialokasi anggaran menyewa tenda untuk stand Pasar Murah. Saat ini anggaran itu tak ditampung,” katanya.

Melihat fenomena ini tokoh pemuda Kota Medan Usman Ali meminta, Walikota Medan memerintahkan Dinas terkait untuk mencarikan solusi pengadaan tempat yang layak dalam kegiatan social yang amat dinanti masyarakat dalam Bulan Ramadhan itu.

“Seyogianya Walikota Medan dapat memerintah dinas terkait atau instansi lain menyediakan tempat yang layak untuk memajang barang sembako yang dijajakan dan disubsidi miliarn rupiah ini,” tegasnya.



Diketahui, menyambut datangnya  bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1439 H, Pemko Medan menggelar pasar murah di 151 titik yang tersebar di 21 kecamatan di Kota Medan. Lokasi pasar murah diutamakan di kawasan  yang mayoritas penduduknya  kelompok prasejahtera  dan beragama Islam. Di samping itu lokasi pelaksanaan pasar murah yang berlangsung selama sebulan penuh itu jauh dari pasar tradisionil.

Senin (14/5), Walikota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi membuka pasar murah secara simbolis yang dipusatkan di Lapangan Bola Sejati Jalan Karya Jaya, Kelurahan Pangkalan Mansyur, Kecamatan Medan Johor. Dipastikan, harga bahan kebutuhan pokok yang dijual di pasar murah dipastikan jauh lebih murah dari harga pasaran, sebab Pemko Medan  mengalokasikan subsidi atas barang kebutuhan  pokok  sebesar Rp.5 miliar.

Pasar murah yang dibuka secara resmi oleh Walikota merupakan edisi yang ke-12. Itu sebabnya Walikota berharap pelaksanaan pasar murah tahun ini lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan demikian kehadiran pasar murah dapat membantu warga kurang mampu  dapat membeli untuk memenuhi kebutuhannya, terutama dalam menghadapi bulan puasa  dan hari Raya Idul Fitri 1439 H.

“Insya Allah dengan kehadiran pasar murah ini, saudara-saudara kita yang kurang mampu dapat memenuhi kebutuhannya sehingga mereka dapat lebih tenang dan khusuk dalam menjalani ibadah puasa,” kata Walikota.
               
Atas dasar itulah, Walikota mengajak masyarakat, terutama warga kurang mampu agar memanfaatkan pasar murah dengan sebaik-baiknya. Selain harganya relatif jauh lebih murah, seluruh bahan pokok yang dijualpun berkualitas dan layak konsumsi. “Jadi manfaatkanlah kehadiran pasar murah ini dengan sebaik-baiknya,” pesannya.
               
Kepada camat, lurah dan seluruh panitia yang terlibat dalam pasar murah, Walikota menegaskan agar  berpean aktif mengawasi dan mensukseskan pelaksanaan  pasar murah tersebut.

“Lakukan pengawasan dengan sebaik-baiknya, ingat, tujuan pelaksanaan pasar murah untuk meringankan beban  warga kurang mampu dalam menyambut  puasa dan lebaran dapat tercapai dan tepat sasaran. Di samping itu yang lebih penting lagi, pastikan bahan kebutuhan pokok yang dijual berkualitas dan layak konsumsi!’ tegasnya.
               
Kemudian Walikota menghimbau dan mengingatkan masyarakat untuk tidak membeli bahan kebutuhan pokok di pasar murah secara berlebihan. Sebab, berdasarkan hasil laporan Satgas Pangan yang telah diturunkan Pemko Medan, stok bahan kebutuhan pokok yang ada di Kota Medan masih tergolong aman hingga tiga bulan mendatang.
               
Usai membuka pasar murah, Walikota didampingi usnur Forkopimda kota Medan diantaranya Ketua DPRD Medan Henry Jhon Hutagalung, Wakil Ketua DPRD Medan H Iswanda Nanda Ramli, Kasdim 0201/BS Letkol Inf I bagus Putu Wijangsa serta  Kaporesta Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis, Pimpinan  PT bank Sumut  Koordinator Cabang Medan Syafrizal Syah, camat dan lurah serta  pengurus TP PKK selanjutnya menurunkan harga bahan kebutuhan pokok yang dijual.
               
Adapun harga jualan bahan kebutuhan pokok yang di jual di pasar tradisioinil diantaranya beras kualitas premium dijual Rp.8.180/kg, harga di pasaran Rp.12.000/kg. Gula pasir Rp.9.950/kg,  pasaran Rp.12.000/kg; tepung terigu Rp.6.180/kg, pasaran Rp.8.000/kg; telur Rp.925/butir, pasaran Rp.1.300/butir; kacang tanah kupas Rp.20.800/kg, pasaran Rp.24.000/kg; blue band 200 gram Rp.5.500/cahet, pasaran Rp.7.000/sachet;  minyak goreng sania 1 liter Rp.11.500/pcs, pasaran Rp.13.500/pcs serta  minyak goreng fortune 1 lter Rp.11.000/pc, pasaran Rp.13.000/pcs.
               
Lalu minyak goreng madina 1 liter Rp.10.750/pcs, pasaran Rp.12.750/pcs, minyak goreng palmanco Rp.9.500/pcs, pasaran Rp.12.000/pcs. Kemudian sirup kurnia Rp.15.340/botol, pasaran Rp.17.400/botol; pohon pinang super Rp.18.000/botol, pasaran Rp.19.000/botol;  sarang tawon super qulity Rp.18.000/botol, pasaran Rp.19.000/botol dan pp sirup syukur rasberry Rp.13.500/botol, pasaran Rp.15.000/botol.              
               
Sebelum dibuka Walikota, Kadis Perdangangan Kota Medan  S Armansyah Lubis selaku penyelenggara pasar murah dalam laporannya mengatakan,  latar belakang digelarnyan pasar murah untuk membantuk masyarakat, terutama kurang mampu untuk memenuhi kebutuhan pokok dalam menyambut puasa dan lebaran.
               
Selain itu ungkap Armansyah, sebagai antisipasi gejolak harga sekaligus menekan laju inflasi mengingat harga bahan kebutuhan pokok  jelang hari besar keagamaan seperti puasa dan lebaran cenderung merangkak naik. “Sedangkan tujuan pasar mjurah kita gelar untuk memabntu masyarakat kurang mampu dapat membeli bahan kebutuhan pokok dengan harga murah dan layak konsumsi,” jelas Armansyah.
               
Pelaksanaan murah, kata Armansyah, berlangsung mulai selama 30 hari dengan menjual  8 jenis produk seperti beras kualitas medium, gula pasir, tepung terigu, telur mentega, kacang tanah, minyak goreng dan sirup. “Semoga kehadiran pasar murah dapat membantu warga kurang mampu memnuhi kebutuhan pokoknya,” harap Armansyah. (PS/RYANT)


Related Posts:

Komentar Anda