EMPERAN: Stand Pasar Murah di beberapa titik di Medan Marelan hanya dipajang di emperan kantor Lurah setempat. Diharapkan adanya tempat yang lebih layak dalam memajangkan sembako bersubsidi ini. POSKOTA/ RIADI
POSKOTASUMATERA.COM-MEDAN-Niat baik
Pemko Medan membantu masyarakat Kota Medan dalam mendapatkan subsidi harga Sembilan
bahan pokok (Sembako) sebaiknya mendapat kajian mendalam dalam pelaksanaannya.
Pasalnya, Stand pajangan menggelar
Sembako di Pasar Murah yang konon disubsidi hingga 5 miliar dari APBD Kota
Medan ini hanya digelar di emperan atau teras balai kelurahan setempat.
Pantauan wartawan, Jumat (19/05) di
Stand Pasar Murah di Kelurahan Terjun terlihat petugas Pasar Murah menjajakan
sembako bersubsidi itu di teras Balai Kelurahan Terjun.
Saat ditanya ke pekerja, dikatakannya
memang Pemko Medan tak menyediakan anggaran untuk menyewa tenda memajang
dagangan. “Memang tak anggaran untuk menyewa tenda Stand Pasar Murah bang,”
kata wanita berjilbab yang namanya enggan ditulis menjawab wartawan.
Pemandangan yang sama juga terlihat
di beberapa titik Pasar Murah di Kecamatan Medan Marelan. Petugas hanya
memajangkan sembako menggunakan meja seadanya dan ada juga yang meletakkan di
lantai kelurahan.
Penyelenggara Pasar Murah dari Dinas
Perdagangan Kota Medan Rislan pada wartawan, Jumat (19/05) mengaku, memang
dalam anggaran Pasar Murah tak ditampung biaya menyewa tenda atau sarana lain.
Dia mengaku, pengadaan tempat Stand
Murah diserahkan sepenuhnya pada Lurah setempat untuk menyediakannya. “Menyangkut
tempat kami serahkan kepada Lurah lokasi Pasar Murah,” terangnya.
Diakuinya, 3 tahun lalu, anggaran
Pasar Murah mencakup penyediaan tenda dan stand Pasar Murah. “3 tahun lalu
menang dialokasi anggaran menyewa tenda untuk stand Pasar Murah. Saat ini
anggaran itu tak ditampung,” katanya.
Melihat fenomena ini tokoh pemuda
Kota Medan Usman Ali meminta, Walikota Medan memerintahkan Dinas terkait untuk
mencarikan solusi pengadaan tempat yang layak dalam kegiatan social yang amat
dinanti masyarakat dalam Bulan Ramadhan itu.
“Seyogianya Walikota Medan dapat
memerintah dinas terkait atau instansi lain menyediakan tempat yang layak untuk
memajang barang sembako yang dijajakan dan disubsidi miliarn rupiah ini,”
tegasnya.
Diketahui, menyambut datangnya bulan
suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1439 H, Pemko Medan menggelar pasar
murah di 151 titik yang tersebar di 21 kecamatan di Kota Medan. Lokasi pasar
murah diutamakan di kawasan yang mayoritas penduduknya kelompok
prasejahtera dan beragama Islam. Di samping itu lokasi pelaksanaan
pasar murah yang berlangsung selama sebulan penuh itu jauh dari pasar
tradisionil.
Senin (14/5), Walikota Medan Drs H T
Dzulmi Eldin S MSi membuka pasar murah secara simbolis yang dipusatkan di
Lapangan Bola Sejati Jalan Karya Jaya, Kelurahan Pangkalan Mansyur, Kecamatan
Medan Johor. Dipastikan, harga bahan kebutuhan pokok yang dijual di pasar murah
dipastikan jauh lebih murah dari harga pasaran, sebab Pemko Medan mengalokasikan
subsidi atas barang kebutuhan pokok sebesar Rp.5 miliar.
Pasar murah yang dibuka secara resmi
oleh Walikota merupakan edisi yang ke-12. Itu sebabnya Walikota berharap
pelaksanaan pasar murah tahun ini lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
Dengan demikian kehadiran pasar murah dapat membantu warga kurang mampu dapat
membeli untuk memenuhi kebutuhannya, terutama dalam menghadapi bulan puasa dan
hari Raya Idul Fitri 1439 H.
“Insya Allah dengan kehadiran pasar
murah ini, saudara-saudara kita yang kurang mampu dapat memenuhi kebutuhannya
sehingga mereka dapat lebih tenang dan khusuk dalam menjalani ibadah puasa,”
kata Walikota.
Atas dasar itulah, Walikota mengajak
masyarakat, terutama warga kurang mampu agar memanfaatkan pasar murah dengan
sebaik-baiknya. Selain harganya relatif jauh lebih murah, seluruh bahan pokok
yang dijualpun berkualitas dan layak konsumsi. “Jadi manfaatkanlah kehadiran
pasar murah ini dengan sebaik-baiknya,” pesannya.
Kepada camat, lurah dan seluruh
panitia yang terlibat dalam pasar murah, Walikota menegaskan agar berpean
aktif mengawasi dan mensukseskan pelaksanaan pasar murah tersebut.
“Lakukan pengawasan dengan
sebaik-baiknya, ingat, tujuan pelaksanaan pasar murah untuk meringankan
beban warga kurang mampu dalam menyambut puasa dan
lebaran dapat tercapai dan tepat sasaran. Di samping itu yang lebih penting
lagi, pastikan bahan kebutuhan pokok yang dijual berkualitas dan layak
konsumsi!’ tegasnya.
Kemudian Walikota menghimbau dan
mengingatkan masyarakat untuk tidak membeli bahan kebutuhan pokok di pasar
murah secara berlebihan. Sebab, berdasarkan hasil laporan Satgas Pangan yang
telah diturunkan Pemko Medan, stok bahan kebutuhan pokok yang ada di Kota Medan
masih tergolong aman hingga tiga bulan mendatang.
Usai membuka pasar murah, Walikota
didampingi usnur Forkopimda kota Medan diantaranya Ketua DPRD Medan Henry Jhon
Hutagalung, Wakil Ketua DPRD Medan H Iswanda Nanda Ramli, Kasdim 0201/BS Letkol
Inf I bagus Putu Wijangsa serta Kaporesta Pelabuhan Belawan AKBP
Ikhwan Lubis, Pimpinan PT bank Sumut Koordinator Cabang
Medan Syafrizal Syah, camat dan lurah serta pengurus TP PKK
selanjutnya menurunkan harga bahan kebutuhan pokok yang dijual.
Adapun harga jualan bahan kebutuhan
pokok yang di jual di pasar tradisioinil diantaranya beras kualitas premium
dijual Rp.8.180/kg, harga di pasaran Rp.12.000/kg. Gula pasir Rp.9.950/kg, pasaran
Rp.12.000/kg; tepung terigu Rp.6.180/kg, pasaran Rp.8.000/kg; telur
Rp.925/butir, pasaran Rp.1.300/butir; kacang tanah kupas Rp.20.800/kg, pasaran
Rp.24.000/kg; blue band 200 gram Rp.5.500/cahet, pasaran Rp.7.000/sachet; minyak
goreng sania 1 liter Rp.11.500/pcs, pasaran Rp.13.500/pcs serta minyak
goreng fortune 1 lter Rp.11.000/pc, pasaran Rp.13.000/pcs.
Lalu minyak goreng madina 1 liter
Rp.10.750/pcs, pasaran Rp.12.750/pcs, minyak goreng palmanco Rp.9.500/pcs,
pasaran Rp.12.000/pcs. Kemudian sirup kurnia Rp.15.340/botol, pasaran
Rp.17.400/botol; pohon pinang super Rp.18.000/botol, pasaran
Rp.19.000/botol; sarang tawon super qulity Rp.18.000/botol, pasaran
Rp.19.000/botol dan pp sirup syukur rasberry Rp.13.500/botol, pasaran
Rp.15.000/botol.
Sebelum dibuka Walikota, Kadis
Perdangangan Kota Medan S Armansyah Lubis selaku penyelenggara pasar
murah dalam laporannya mengatakan, latar belakang digelarnyan pasar
murah untuk membantuk masyarakat, terutama kurang mampu untuk memenuhi
kebutuhan pokok dalam menyambut puasa dan lebaran.
Selain itu ungkap Armansyah, sebagai
antisipasi gejolak harga sekaligus menekan laju inflasi mengingat harga bahan
kebutuhan pokok jelang hari besar keagamaan seperti puasa dan
lebaran cenderung merangkak naik. “Sedangkan tujuan pasar mjurah kita gelar
untuk memabntu masyarakat kurang mampu dapat membeli bahan kebutuhan pokok
dengan harga murah dan layak konsumsi,” jelas Armansyah.
Pelaksanaan murah, kata Armansyah,
berlangsung mulai selama 30 hari dengan menjual 8 jenis produk
seperti beras kualitas medium, gula pasir, tepung terigu, telur mentega, kacang
tanah, minyak goreng dan sirup. “Semoga kehadiran pasar murah dapat membantu
warga kurang mampu memnuhi kebutuhan pokoknya,” harap Armansyah. (PS/RYANT)