Marko Sihotang Aktifis Anti Korupsi ICW Samosir. POSKOTA/PARDIMAN LIMBONG
POSKOTASUMATER.COM - SAMOSIR - Kasus dugaan korupsi yang sedang didalami Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Sat Reskrim Polres Samosir, terkait dana pelaksanaan Pilkada Samosir tahun 2015 lalu, tetap lanjut.
Hal itu dikatakan Kasat Reskrim Polres Samosir AKP Jonser Banjarnahor kepada Wartawan, Rabu (19/9/2018) di Pangururan.
Ia menegaskan, dugaan kasus korupsi itu masih ditangani Unit Tipikor Polres Samosir dan telah memanggil pihak - pihak terkait dengan permasalahan itu.
"Tipikor Polres Samosir sedang menangani, dan masih melakukan penyelidikan terkait dugaan korupsi pada kegiatan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Samosir tahun anggaran 2015 di KPU Kabupaten Samosir", sebut Jonser.
Lebih lanjut dijelaskannya, Tipikor Sat Reskrim Polres Samosir enggan membeberkan informasi detail terkait kasus dugaan korupsi itu karena masih dalam penanganan serius.
Hal senada dikatakan Kanit Tipikor Aipda Martin Aritonang, saat ini penyidik sedang menangani anggaran Pilkada yang dikelola Komisi Pemilihan Umum (KPU) Samosir.
Terkait penanganan dugaan korupsi di KPU Samosir ini, pegiat anti korupsi dari ICW Samosir Marko Sihotang mengatakan, pihak Tipikor diharapkan menangani kasus dimaksud dengan serius.
"Saat ini proses seleksi KPU sedang berlangsung, kalau benar - benar ada indikasi korupsi di sana, nanti jadi berpengaruh atas hasil seleksi," tandasnya.
Seyogianya informasi secara terbuka menjadi atensi juga bagi tim seleksi, agar Penyelenggara Pemilu bebas dari perilaku korupsi.
Marko Sihotang juga mengatakan, akan mendesak pihak Tipikor agar secepatnya kasus dugaan korupsi itu dituntaskan.
"Ini sangat bertolak belakang dengan upaya KPU di NKRI ini yang sedang giat memperjuangkan caleg bekas koruptor tidak menjadi kontestan di DCT 2018," tegasnya.
Maka menurutnya, pihak Penyelenggara Pemilu harus steril dari indikasi korupsi.
"Kita telah mengantongi detail dugaan korupsi di KPU Samosir, sebagai bahan untuk mendesak Tipikor", tegas Marko.(PS/PARDIMAN LIMBONG)