Kapolda Sumut Menerima Audensi Dari Keuskupan Agung Medan

/ Selasa, 22 Oktober 2019 / 17.39.00 WIB
Ket Foto:Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Agus Andrianto SH MH saat menerima Audensi dari Keuskupan Agung Medan.(POSKOTA/RIADI)

POSKOTASUMATERA.COM-MEDAN-Bertempat di Ruang Perjamuan Lt. II Mapolda Sumut,Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Agus Andrianto SH MH menerima Audensi dari Keuskupan Agung Medan,Selasa(22/10/2019) pukul 14.00 Wib s/d 14.40 Wib.

Kapolda Sumut Irjen
Pol Drs. Agus Andrianto, SH, MH didampingi oleh Dir Intelkam Polda Sumut,Dir Narkoba Polda Sumut,Dirreskrimum Polda Sumut,Kabid Humas Polda Sumut,Kapolrestabes Medan.

Sedangkan Uskup Keuskupan Agung Medan,Mgr Kornelius Sipayung membawa rombongan Vikatis General, Rp,Michael Manurung, OFMCAP,Sekretaris General,Rp,Frans Birta Rumapua, O.Carm,Rektor Unika ST,Thomas Sumut, RD,Frietz R. Tambunan,Campus Ministry Unika, Rp. Emmanuel Sonny Wibisono, O.Carm,Vikaris Episkopal, Mudan, Rd. Beno Ola Tage,Pastor Kepala Paroki,Medan - Helvetia, Rp. Florentius Sipayung,Pastor Kepala Paroki Hayam Wuruk, Rp. Jhon Rufinus Saragih,OFMCAP,Pastor Kepala Paroki Medan Timur, Rp. Hugolinus Malau,Pastor Kepala Paroki Medan Katedral, Rd Sensariys Petrus Mau.


Dalam pertemuan tersebut Kapolda Sumut mengucapkan terima kasih kepada keuskupan Agung Medan yang memiliki 500.000 sampai 600.000 jiwa atau umat yang siap menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Medan ini secara khususnya dan di Sumut secara Umumnya dengan berbagai cobaan permasalahan yang selama ini terjadi.

Bapak Kapolda berharap dukungan dari keuskupan Agung Medan beserta staff untuk tetap berkontribusi membantu Polri dalam menjaga stabilitas kamtibmas diwilayahnya masing-masing melalui gereja, lembaga pendidikan, dan lingkungan yang ada di Keuskupan agung, serta tidak henti-hentinya menebarkan kebaikan dan kedamaian.

Kapolda Menyampaikan bahwa kedepan masih ada 23 pemilihan kepala daerah yang ada di Sumut, maka dari itu kita harus mulai melakukan pendekatan di segala bidang untuk menghindarkan masyarakat dari pengaruh negatif serta sifat mengadu domba yang sangat berbahaya dalam kehidupan masyarakat.


Kapolda juga mengingatkan kepada para Keuskupan Agung apabila melihat, mendengar, atau merasakan adanya golongan-golongan atau suatu kelompok serta paham radikal yang intoleran terhadap pemerintah agar diserahkan kepada pihak kepolisian untuk mempermudah proses hukumnya.

Kapolda menyampaikan bahwa Polri bekerja sesuai dengan kalender kamtibmas yaitu statis dan dinamis, dimana kalender statis adalah yang mengatur pengamanan dalam hari-hari besar seperti natal, tahun baru, idul fitri, dan lainnya, oleh karena itu sudah menjadi tugas dan tanggung jawab Polri untuk memantau dan mengamankan hari-hari besar tersebut.

Kapolda menyampaikan bahwa apa yang sudah dibangun dalam keuskupan Agung Medan ini seperti dalam bidang pendidikan sejalan dengan program pemerintah dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia,oleh karena itu Polda Sumut sangat mendukung program Keuskupan Agung tersebut.


Kapolda juga menyampaikan bahwa pihak kampus bisa menginventalisir siapa saja yang para pelaku mahasiswa yang termasuk dalam geng-geng diluar dari program kampus yang bersifat ilegal dan meminta kepada  Kapolrestabes Medan dan Dirreskrimum untuk menindak tuntas para pelaku kekerasan yang ada di kampus, dan Kepada Dir Narkoba Polda Sumut untuk dapat mengusut tuntas pelaku pengedaran Narkoba dilingkungan kampus .

Uskup Agung Kornelius mengucapkan terima kasih atas inisiatif keamanan yang selama ini diberikan oleh Kepolisian terhadap Gereja-Gereja keuskupan di Medan yang tanpa diminta pun datang untuk melaksanakan pengamanan dalam hari-hari besar keagamaan.

Bapak Kornelius menyampaikan bahwa Keuskupan Agung Medan siap untuk bekerja sama dengan Kepolisian dalam menjaga kemananan di wilayah Sumut.

Campus Ministry Unika Bapak Emmanuel  menyampaikan bahwa ada 89 sekolah kepengurusan keuskupan Agung Medan yang tersebar mulai dari Tebing tinggi sampai dengan Aceh tenggara, dan memiliki murid mencapai 33.800 Murid yang mayoritas Protestan.Sekolah-sekolah ini sangat membutuhkan kerjasama terhadap Kepolisian karena banyak sekali siswa/i yang sudah mulai menyimpang kepada kenakalan remaja seperti membentuk Geng-geng motor, dan yang paling ditakuti adalah terkena narkoba.

Oleh karena itu Bapak Emmanuel memyampaikan bahwa kami membutuhkan kehadiran Polisi untuk mengatasi kenakalan remaja yang selama ini terjadi dengan cara-cara preventif ataupun preemtif, serta berharap dapat melakukan pengecekan narkoba kepada murid sekolah tersebut.


Bapak Rektor Unika  Menyampaikan bahwa Pihak Universitas telah mendeteksi adanya tindakan kelompok mahasiswa yang bisa disebut sebagai inogurasi yang mengadakan kegiatan diluar dari restu universitas,seperti perpeloncoan, kekerasan, serta pelecehan.
Oleh Karena itu Rektor berharap dan meminta kepada Kepolisian sebagai pihak keamanan untuk ikut dan turut campur tangan dalam memberantas berbagai permasalahan yang ada di Kampus karena ditakutkan akan berimbas kepada para Junior-Junior selanjutnya.

Rektor juga menyampaikan bahwa Universitas telah mencurigai adanya tempat didekat Kampus yang menjadi tempat pengedaran narkoba oleh para mahasiswa oleh karena itu ,Rektor mengatakan agar pihak Kepolisian dapat menyelesaikan secara tuntas masalah narkoba maupun geng-geng yang terbentuk diluar restu dari pada universitas.(PS/RIADI)

Related Posts:

Komentar Anda