POSKOTASUMATERA.COM-MEDAN-Meski
mendapat protes masyarakat, pengusaha nakal ‘cuek bebek’ mengoperasionalkan
judi games ketangkasan jenis ikan-ikan di Utara Kota Medan. Bukannya takut atas himbauan Kapolda Sumut yang menjadikan 'Narkoba dan Judi Musuh Bersama', para pengusaha nakal ini malah makin terang-terangan membuka usaha haramnya itu.
Akibatnya
aktivis dan para tokoh muda di Kota Medan geram dan angkat bicara
meminta pengusaha nakal segera bertobat dan tidak meracuni masa depan anak
bangsa dengan aksi maksiat dan aparat kepolisian diminta cepat bertindak.
“Kami
dukungan slogan Kapoldasu Irjen Pol Drs Martuani Sormin MSi dengan tekad ‘Tidak
Ada Tempat Bagi Penjahat di Sumatera Utara’. Hal ini tak cukup dalam slogan,
maka harus dibuktikan dengan perbuatan dalam menjalankan kinerja,” tegas Ketua
GM Kosgoro Kota Medan Muhammad Said SP pada poskotasumatera.com, Sabtu (11/1/2020)
di Food Court Berastagi Buah Jalan Imam Bonjol Medan.
Muhammad
Said menjelaskan, dari pesatnya pembangunan Kota Medan dengan berbagai bidang
usaha yang bisa digeluti, malah sekelompok kecil masyarakat suku Tionghoa
melakoni usaha maksiat yang amat merusak generasi bangsa yakni usaha judi.
“Masak
begitu banyak bidang usaha malah menggeluti usaha judi. Herannya lagi, kok bisa
didiamkan oleh para penegak hukum di sini. Kami support tekad Irjen Pol Drs
Martuani Sormin MSi yang akan memberantas tindak kriminal di Sumut. Utamakan
pemberantasan penjahat jalanan, narkoba dan judi. Kami siap mendukungnya,”
tegas pria yang menjadi salah seorang Majelis Pemuda Indonesia (MPI) KNPI Kota
Medan ini.
Hal
senada disampaikan Ketua Karang Taruna Kota Medan M Akhirudin Nasution. Ditemui
di Sekretariat Karang Taruna Medan, Sabtu (11/1/2020) aktivis muda ini meminta
para kader Karang Taruna selalu aktif menghimbau warga maupun pengusaha judi
untuk mengakhiri usaha haramnya.
Pasalnya,
lanjutnya, dampak praktik judi amat merusak moral dan nama baik Kota Medan yang
relijius. “Ayo ajak masyarakat mengakhiri segala maksiat termasuk judi. Jadi
rusak moral bangsa kalau dibiarkan. Apalagi di Utara Kota Medan praktek judi
berkedok games ketangkasan ini banyak di sekitar sekolah dan rumah ibadah. Mau
ditaruh kemana muka kita atas kenakalan para pencari keuntungan yang tak
memikirkan akibat ini,” harapnya.
Baik
Muhammad Said SP maupun M Akhirudin Nasution mengaku siap mendukung langkah
kepolisian dan aparat hukum lain yang berkeinginan memberantas praktek maksiat
yang melanggar hukum negera dan hukum agama.
Mereka
meminta, penegak hukum tak sekalipun tutup mata apalagi bermain-main di wilayah
maksiat karena diyakini pimpinan Polri dan TNI di Sumut tak akan tinggal diam
atas maraknya aksi nakal para pengusaha games ketangkasan di Utara Kota Medan
ini.
Sesuai
poskotasumatera.com di Jalan Marelan Raya Pasar 3 Lingkungan 10 Kelurahan
Rengas Pulau Medan Marelan, sebuah bangunan diisi aneka permainan ketangkasan
yang diduga digunakan menjadi ajang judi di depan Yayasan Pendidikan Harapan
Mekar yang mengelola Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas
(SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Selain
Harapan Mekar di sekitar lokasi juga ada Yayasan Pendidikan Bina Taruna yang
mendidik ratusan siswa-siswi SMP, SMA dan SMK. “Sejak beberapa lama telah ada
kegiatan games tembak ikan ini disini bang. Enggak kenal tempat dan waktu
beroperasinya, padahal di dekat sekolah Harapan Mekar dan Bina Taruna. Engak
ngerti kami bagaimana mengatasi kegiatan ilegal ini bang,” kata warga sekitar
arena Games Ketangkasan di Pasar 3 Marelan ini, Rabu (8/1/2020).
Arena
Games Tembak Ikan ini juga terlihat beroperasi di sekitar Gudang Pekong Jalan
Pelabuhan Perikanan Gabion Kelurahan Bagan Deli Medan Belawan, di sekitar
Vihara Thai Seng Tuah. Pengusaha mengoperasikan alat elektronik menggunakan
chip ini guna aksi untung-untungan yang dikenal dengan judi ini.
“Tak
tahulah bang, sejak beberapa bulan ini ada kegiatan maksiat di sekitar rumah
ibadah ini. Kalau dibilang tak ada penegak hukum yang tahu, mustahil lah karena
dekat dengan Polres Belawan. Tapi tak tahu lah bang, takut salah kami
komentar,” kata pria berusia 47 tahun warga Bagan Deli ini.
Selain
itu ada juga games ketangkasan berlogo Pasawan Games yang beroperasi di sekitar
Jalan Marelan Raya Simpang Jalan Platina yang berada di dekat Sekolah Budi
Agung dan Bina Satria Kelurahan Tanah Enam Ratus nampak beroperasi dengan
bebasnya.
Menjamurnya
games ketangkasan ini tak terlepas dari kendornya pengawasan aparat hukum di
Utara Kota Medan. Puluhan tempat usaha yang dikelola pengusaha nakal ini
diantaranya, 2 lokasi Komplek Marelan Point Jalan M Basir Medan Marelan, di
Jalan Marelan Pasar 2 dan Pasar 1, 2 lokasi di Komplek Kota Baru Jalan Platina
Medan Marelan, Jalan Perikanan Gabion sekitar Gudang GH, di sekitar Jalan
Bliton dan Jalan Bangka, di Jalan Rawe Pasar 6, di sekitar Pekong Medan Labuhan,
di Mabar Medan Deli dan di sekitar Martubung Medan Labuhan.
Pengelola
usaha haram ini disebut sumber poskotasumatera.com dikelola beberapa orang WNI
Turunan diantaranya ALIM, AUWA, APIN, ASENG KAYU dan AKUANG bersama beberapa
rekanan bisnisnya. (PS/TIM)