POSKOTASUMATERA.COM - DAIRI – Eddy Banurea Asisten Administrasi Umum Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi hadiri Musrenbang Kecamatan Tanah Pinem mewakili Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu.
Hasil Forum
Konsultasi Publik dan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan
Tanah Pinem difokuskan terhadap penurunan angka stunting.
Hal ini
disampaikan pada saat musrenbang Kecamatan Tanah Pinem di Aula Kantor Camat
Tanah Pinem, Desa Kutabuluh, Kecamatan Tanah Pinem, Senin (27/2/2023).
Forum
Konsultasi Publik dan Musrenbang ini merupakan rangkaian proses perencanaan
partisipatif yang dimulai dari tingkat Desa, Kecamatan, Kabupaten, Provinsi
serta tingkat Nasional.
Pertemuan
Musrenbang ini berfokus pada pembahasan Rembuk Stunting sebagai langkah penting
yang harus dilakukan pemerintah guna memastikan pelaksanaan pencegahan dan
penurunan stunting.
Kepala
Puskesmas Kutabuluh Olo Lingga, mengatakan stunting dapat disebabkan faktor
lingkungan seperti sanitasi dan kondisi air yang tidak layak, serta rendahnya
akses terhadap pelayanan kesehatan.
“Untuk itu,
kami membutuhkan satu ambulans, kami juga membutuhkan dokter satu lagi, dan
rehab bangunan. Selain itu, kami juga butuh sumber air seperti sumur bor,” kata
Olo.
Menanggapi
permintaan tersebut, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas
Kesehatan Kabupaten Dairi dr Hardi Gurning, menyampaikan akan memprioritaskan
pengusulan ambulans di Puskesmas Kutabuluh.
Terkait dengan
kurangnya tenaga dokter di Puskesmas Kutabuluh, Hardi juga menjelaskan saat ini
Pemerintah Kabupaten Dairi sedang berusaha mencari Tenaga Harian Lepas (THL)
dokter bersama dengan Dinas Kesehatan.
“Wilayah kerja
Puskesmas Kutabuluh mencakup 19 desa. Apa yang menjadi permintaan Puskesmas
Kutabuluh akan kami sampaikan kepada kepala Dinas Kesehatan, termasuk perbaikan
gedung puskesmas,” kata Hardi.
“Harapan kami
bisa diperbaiki secepat mungkin.
Sumber air
yang susah dicari juga akan kami laporkan. Kalau air jelas, maka kita dapat
menuju Dairi sehat,” harap Hardi.
Pada kegiatan
ini, dilakukan juga penandatanganan komitmen bersama dalam rembuk stunting.
Pemerintah Kabupaten Dairi meminta komitmen dari masing-masing kepala desa
untuk menangani stunting minimal 10. (PS/K.TUMANGGER).