POSKOTASUMATERA.COM – DAIRI – Sebagaimana pembahasan hari yang lalu terkait Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kombih 3 sepanjang DAS Lae Kombih siapa yang diuntungkan hingga kini masih dalam pertanyaan besar bagi kita selaku masyarakat Pakpak Bharat, alih-alih bila ada keinginan investor baru ingin membuka kegiatan baru dikawasan DAS Lae Kombih panca Indra Pendengaran kita seolah terbuai dengan alunan musik spoi-spoi yang mengharubiru membawa kebahagiaan.
Hal itu
disampaikan Hasoloan Manik Ketua
LSM-PILIHI Dairi-Pakpak Bharat Hasoloan Manik sipenerima Kalpataru dari Istana
Presiden RI 13 tahun yang lalu (Tahun 2010 dalam relisnya disampaikan kepada
Poskotasumatera.com,Minggu (18/06/2023).
Ditambahkan sipenerima Kalpataru dari Istana Presiden RI pada
waktu masa pak SBY, 13 tahun lalu,namun
nyatanya hal ini kesannya adalah omong kosong, contoh soal adalah Pembangunan
Pembangkit Listrik DAS Lae Kombih pada sebelumnya adalah yang hanya membawa
pengaruh besar terhadap pendangkalan Alur Sungai sehingga ikan Jurung semakin
langka ditemukan dari daerah ini akibat dari pembuangan tanah dan batu ke alur
sungai atas pembuatan dam dan intake tidak mempergunakan Penstok.
Disisi lain
akan memunculkan kecemburuan Sosial terhadap masyarakat pencari kerja produktif
di Daerah ini, adanya keiginan sebagai pekerja dalam kegiatan namun terbatas
akan kemampuan skill/pendidikan sehingga masyarakat hanyalah penonton di Daerah
sendiri.
Bahkan
pengadaan bahan materialpun Kabupaten Pakpak Bharat tidak akan mampu
sebagaimana telah ditetapkan dalam dokumen ANDAL Pembangunan Pembangkit Listrik
Tenaga Air (PLTA) Kombih 3 haruslah dihadirkan dari kota Subulussalam. (PS/K.TUMANGGER).,,,,,,,,,,,,, BERSAMBUNG …….