POSKOTASUMATERA.COM – DAIRI – Penemuan kasus Tuberculosis (TBC) di Kabupaten Dairi, 3 tahun terakhir 2021 s/d 2024 mengalami peningkatan yang signifikan yaitu penemuan tahun 2021 sebanyak 535 kasus, tahun 2022 sebanyak 948 kasus, tahun 2023 sebanyak 1.166 kasus, dan bahkan tahun 2024 sampai bulan September ditemukan sebanyak 1.002 kasus.
Hal
ini disampaikan Pj.Sekda Dairi, Jonny Hutasoit, Jumat (18/10/2024) di Aula
Bappeda Dairi, pada saat Rencana Aksi Daerah (RAD) Tuberculosis Kabupaten
Dairi.
Dikatakannya,
Pemerintah Kabupaten Dairi saat ini memiliki target menuju eliminasi
Tuberkulosis di tahun 2030. Eliminasi Tuberculosis diharapkan dapat tercapai
dengan peran serta dari beberapa multi sektor sesuai dengan arahan Pepres Nomor
67 Tahun 2021 Pasal 16 bagian kelima yaitu peran serta komunitas, pemangku
kepentingan dan multi sektor lainnya dalam penanggulangan penyakit
Tuberculosis.
"Adapun
peran serta dari komunitas, pemangku kepentingan dan multi sektor lainnya
dibentuk dalam satu wadah kemitraan yang dikoordinir oleh Pemerintah daerah
setempat untuk menyusun perencanaan, pendanaan, dan pelaksanaan serta
pemantauan dan evaluasi penanggulangan Tuberculosis menuju eliminasi
Tuberculosis tahun 2030," Ujarnya.
Selanjutnya
dikatakan, seiring dengan strategi nasional dan arah pencapaian eliminasi TBC
tahun 2030 tersebut, maka Pemerintah kabupaten Dairi berkomitmen untuk
mewujudkan Kabupaten Dairi menuju eliminasi TBC tahun 2030 dengan membentuk tim
percepatan penanggulangan TBC Kabupaten Dairi, dimana tim percepatan ini telah
terbentuk melalui surat keputusan (SK) Bupati Dairi Nomor 1102/400.7/IX/2024
tentang penanggulangan TBC Kabupaten Dairi tanggal 30 September 2024.
"Tim
percepatan ini melibatkan para pemangku kepentingan seperti OPD terkait,
Forkopimda, para Camat, Lurah, kepala desa dan Koalisi Organisasi Profesi
Tuberculosis (KOPI-TB). Besar harapan kami, kita semua dapat berkontribusi
konkrit dan sinergitas dalam upaya memberantas penyakit TBC di Kabupaten Dairi
sesuai dengan peran serta masing-masing yang tertuang dalam SK tim percepatan
penanggulangan TBC tersebut. Dengan demikian kita sama-sama bergandengan tangan
menuju eliminasi TBC Kabupaten Dairi tahun 2030," Katanya.
Rencana
Aksi Daerah (RAD) Tuberculosis Kabupaten Dairi dihadiri fasilitator program
TBC, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, Khairina Ulfa, SKM, M. kes
sebagai narasumber. (PS/K.TUMANGGER/KANSIOM).