POSKOTASUMATERA.COM-LANGKAT | Gencarnya pemberantasan narkoba dan judi oleh Polda Sumut tanpa pandang bulu, patut diacungkan jempol. Berbeda dengan Polres Langkat, pemberantasan judi diduga banyak kecolongan informasi atau sengaja tutup mata. Hal ini diketahui awak media dengan adanya judi berkedok game tembak ikan yang sedang marak beroperasi di wilayah hukum Polres Langkat tepatnya di Desa Bulu Telang Kec. Padang Tualang tidak tersentuh hukum.
Pemilik game tersebut diduga merupakan milik oknum TNI. Game ini menawarkan judi permainan game tembak ikan dimana nantinya koin-koin yang diperoleh dapat ditukarkan dengan uang tunai. Dengan perbandingan 100 koin ditukar dengan uang kontan sejumlah Rp90 ribu.
Informasi dari warga sekitar lokasi, bisnis haram perjudian itu beroperasi tak mengenal waktu hingga 24 jam. Praktik perjudian tersebut mampu meraup omset hingga ratusan juta rupiah setiap harinya.S
Lokasi tersebut setiap harinya ramai orang datang untuk bermain judi ketangkasan tembak ikan disitu, bahkan, ada warga yang dari luar sengaja datang untuk main sampai pagi,” sebut warga yang identitasnya tidak mau dipublikasikan, (9/2/25).
Warga juga menyebutkan, praktik perjudian itu sudah berlangsung selama beberapa bulan lebih, tanpa tersentuh hukum. Bisnis haram itu mendapat penjagaan dan pengawalan dari pria berbadan tegap yang diduga oknum TNI.
Lebih lanjut, pantauan media saat berada di lokasi, Sabtu (09/02/2025), rata-rata yang bermain di tempat game tersebut adalah pria paroh baya. Dengan membayar koin minimal sejumlah Rp50 ribu, pengunjung dapat bermain game tembak ikan tersebut. Nantinya setelah terkumpul banyak koin bisa ditukar dengan sejumlah uang tunai.
Pengunjung yang datang ke lokasi tersebut silih berganti, keluar masuk dengan tujuan bermain judi ketangkasan jenis tembak ikan dan jackpot dengan leluasanya.
Menurut keterangan pengunjung, "permainan game ini telah beroperasi sekitar beberapa bulan ini," (9/2/25) tegasnya.
Kapolres Langkat ketika dikonfirmasi awak media via. WhatsApp terkait perihal diatas tidak menjawab. "Kepada bapak Kapoldasu diminta menyikapi berita ini," tegas awak media lainnya (TIM).