POSKOTASUMATERA.COM | LHOKSEUMAWE - Anggota DPRK Lhokseumawe dari Partai Gerindra Irwan Yusuf menyesalkan Pernyataan Ketua DPR Aceh yang menyeret nama Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah dan H. Teuku Irsyadi MD dalam penunjukan Plt. Sekda Aceh beberapa waktu lalu.
Pernyataannya yang menyebut nama pribadi langsung Wakil Gubernur Aceh tidak sepatutnya di ucapkan kepada Publik, dan dikhawatirkan akan memperkeruh hubungan Partai Gerindra dengan Partai Aceh yang telah terjalin cukup harmonis selama 15 tahun belakangan ini.
Demikian dikatakan politisi senior Partai Gerindra Kota Lhokseumawe yang juga Anggota DPRK Lhokseumawe Irwan Yusuf kepada media Poskota, Sabtu 22 Februari 2025 di Lhokseumawe.
Menurutnya, Lembaga DPR Aceh tidak sepantasnya menjadi ajang menyerang pribadi, apalagi adu domba partai. Parlemen itu bukan untuk dibuat main-main, apalagi pernyataan yang dapat menciptakan iklim tidak sehat sesama pendukung Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh pada Pilkada lalu” ujar Irwan Yusuf
Kami mengharapkan Pernyataan yang tidak pantas tersebut segera di cabut dan di ralat, kalau tidak, maka akan menciptakan suhu politik tidak sehat di Internal pendukung Mualem - Fadhlullah itu sendiri.
Kalau ini terjadi, maka kerenggangan antara Gerindra dan Partai Aceh tidak dapat dihindari, sehingga jangan bermimpi bisa sama-sama membangun Aceh ke depan yang lebih baik dan sejahtera, bila sama-sama pendukung saja saling menyerang Pribadi dan Partai, sebut Irwan Yusuf.
Sebagaimana diketahui, Ketua DPR Aceh Zulfadhli kembali menyoal penugasan Plt Sekretaris Daerah Aceh kepada Alhudri.
Bahkan, dengan nada tinggi, Zulfadli menyebut nama Fadhlullah dan Irsyadi sebagai dalang dibalik terbitnya surat perintah penugasan Alhudri sebagai Plt Sekretaris Daerah Aceh
“Saya buka di sini, ini permainan Wakil Gubernur Fadhlullah Dek Fadh dan Bendahara Gerindra Aceh Irsyadi,” tegas Zulfadli pada rapat paripurna DPR Aceh, Jumat (21/2/2025) malam, yang ikut disiarkan secara live melalui Youtube akun @drpaaceh.
Di hadapan sidang paripurna, Zulfadli juga menuduh surat perintah pelaksana tugas Alhudri janggal, mulai dari lambang burung garuda hingga tidak ada paraf dari Badan Kepegawain Aceh (BKA).
“Berarti (SK) ini dipastikan bukan produk BKA,” tegasnya penuh emosi.
Zulfadhli bahkan terkesan menantang akan melawan siapapun yang berani memecat dirinya.
Teuku Irsyadi mengingatkan penyerangan terhadap Partai Gerindra tidak baik. Hal ini mengingat hubungan Gerindra bahkan Prabowo dengan Mualem dan Partai Aceh yang sudah cukup lama.
Untuk itu, dia meminta Ketua DPR Aceh jangan asal bicara alias peugah haba bangai, tidak boleh emosi, jadilah pemimpin yang bersedia belajar sehingga dapat menyampaikan pikiran secara komunikatif.
“Pu yang dipeugah le Zulfadhli nyan haba bangai. Dan, ureung ka diteupu bahwa mulai dari pertanyaan hingga pemaparan mandum ka di ato, kon muncul tiba-tiba,” tutup Irsyadi yang menyatakan akan mengusut tuntas persoalan penyerangan pribadi dan partai karena dilakukan di dalam forum terhormat DPR Aceh. (ADV)